<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="185">
<titleInfo>
<title>EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN COVID -19 MELALUI HOME VISIT KELUARGA DI WILAYAH RT 1 RW 9 METESEH
TEMBALANG SEMARANG</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tuti Anggarawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yuni Astuti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Semarang</placeTerm></place>
<publisher>Stikes Kesdam IV/iponegoro</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kesadaran masyarakat dalam menghadapi bahaya pandemi ini masih sangat kurang terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang tidak memakai masker saat di luar rumah, tidak membiasakan untuk cuci tangan memakai sabun, masih banyak kerumunan, berdesak-desakan dan bahkan ada yang masih menyampaikan ketidakpercayaan tentang corona. Tidak mengherankan bila angka mortalitas akibat dari Covid 19 semakin hari semakin bertambah. Ditambah lagi dengan banyaknya informasi-informasi yang tidak bisa dipercaya yang dijadikan oleh masyarakat sebagai acuan dalam mendapatkan berita tentang covid-19.
Masyarakat bukannya bertambah sadar untuk melakukan upaya pencegahan penularan tetapi dari berita itu timbul ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan apalagi bila mengetahui di daerahnya ada yang terkena Covid-19 pasti dijauhi bahkan sampai pasien itu dinyatakan sembuhpun akan tetap dijauhi oleh masyarakat. Keadaan ini bila berlanjut terus menerus akan berdampak terjadi gangguan psikologis di masyarakat.
 

Tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro berupaya untuk memberikan edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakat yang sasaran utamanya adalah keluarga. Hal ini dilakukan karena analisa dari munculnya permasalahan masyarakat adalah kurang tahunya masyarakat tentang Covid-19 terutama penyebaran dan pencegahannya. Edukasi yang diberikan memakai metode home visit home yaitu metode pemberian pengetahuan melakukan kunjungan antar rumah sehingga diperlukan koordinasi oleh bebrapa pihak yang terkait untuk pelaksanaanya. Setiap kunjungan ke rumah dalam pemberian edukasi kurang lebih 45 menit dengan media poster dan leaflet.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>STIKES KESDAM IV/DIP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="458" url="" path="/TUTI_2019_LAPORAN  PENGMAS_EDUKASI COVID 19.doc-compressed.pdf" mimetype="application/pdf">PDF</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>185</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-23 13:18:30</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-23 13:18:30</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>